Kenangan

kenangan

Aku terbang menemuimu,

bukan mencari cara untuk kembali.

Tapi memberi jarak pada dahulu dan kini.

Tentang bagaimana aku melangkah,

bukan terjebak pada kamu dan cerita lalu.

Kadang aku berlari menemuimu,

ketika sebuah esay panjang terbaca pada lembaran usang.

Aku sering terdiam ketika langit bergelombang

dengan lembayungnya yang berwarna jingga.

Jantungku berdegup cepat, betapa jemarimu begitu hangat

tawamu terlampau riang,

dan tatapanmu begitu memenjara.

Aku tidak butuh mesin waktu untuk menemuimu,

cukup sebuah pena, buku atau puisi.

Serenada yang pernah kau nyanyikan,

coklat strawberry, dan sebuah kedai

dimana kita pernah duduk bersama.

Semudah itu aku menemuimu,

cukup kupejamkan mata,

maka tawamu hadir begitu nyata.

Cukup sebuah lagu maka kita akan bertemu…

Lalu ketika aku terjaga,…

maka semua kembali semula, cukup kutepiskan

dan semua kembali bernama kenangan

* setahun lagi akan terlewati…*

Advertisements

Let it go,…

i-kissed-dating-goodbye-review

Saya baru saja mendengar sebuah kisah, dari judulnya sudah tidak enak didengar ‘ perpisahan ‘ iya sebuah perpisahan. Saya menyayangkan, begitu banyak cara berpisah yang lebih baik tanpa harus menambah beratnya perpisahan dengan cara seperti ini.

Sudah cukup perpisahan yang menyesakkan, apalagi perpisahan sendirian…iya sendirian. Sendirian, tidak ada kata selamat tinggal atau kata maaf, seolah kamu dibuang begitu saja. Seolah kamu tidak pernah menikmati kebersamaan dan tidak berharga.

Saya membayangkan rasanya, seolah ada yang mengaduk-aduk abdomen dan hati saya. Saya melihatnya bertahan, seolah berlagak kuat… tapi saya tahu dia begitu rapuh. Mereka kadang lupa, ringan bagi seseorang belum tentu bagi yang lainnya. Bagi yang lain, perpisahan akan tampak seperti selesai memainkan peran dan beralih pada peran lainnya. Bagi sebagian yang lain, kadangkala mengikis habis kepercayaan dan kebahagiaan. Continue reading

Aku Pulang

daun gugur

Aku merasakan perihnya, hingga menelisik jauh ke dalam relungku yang terdalam. Tersiksa ingatan dalam setiap degup tertahanku, menyesakkan…

Aku menahan sedu nya, karena air mata sejatinya kusembunyikan. Aku menahan sakitnya, jika ini membuat semua yang semu menjadi terang seperti mentari kala siang.  Aku bertahan, karena jika terjatuh hanya akan membuat kita terluka lebih dalam.

Penguasa Semesta,… Bekukan semua yang terasa menyesakkan dada, Yang Maha menenangkan… redam segala amarah dan luka yang menganga.

Aku jatuh di sujud sepiku, aku rebah di sajadah MU. Dekap aku karena aku luruh tanpa pengawasanMU. Aku lemah tanpa penjagaanMU…

Ya Rabb,… aku pulang, sendiri bersama doa-doa yang terdengar dalam sunyi.

Missing

kehilangan

Image By Google

Semua orang pasti pernah merasakan kehilangan, entah kehilangan seseorang yang dikasihi, sahabat baik, atau barang berharga dan kesayangan. Sedih ? nangis ? murung atau histeris ? apapun sahlah ekspresi yang bisa diluapkan jika itu bisa membuat perasaan setelahnya menjadi lega. Lalu apa yang harus dilakukan jika sudah menangis dan menggalau ? jangan lama-lama deh, hidup gak akan berakhir dengan hilangnya sesorang dalam hidup kita.

Dunia akan tetap berputar pada porosnya, matahari masih akan terbit dan bersinar, langit senja dan rintik hujan masih tetap indah meski tak ada lagi seseorang menemani kita menikmatinya. Hidup tetap tidak akan berhenti meski ruang hati kita mendadak melompong kosong karena ketiadaan seseorang yang kita sayangi. Yang melirih dan sedih bisa jadi hanya kita sendiri, yang nelangsa mungkin hanya karena kita belum terbiasa tanpa dia.

Wajar saja terluka, seperti sejatinya terlukalah sewajarnya… rasa sakit memang perih tapi akan selalu ada obat bagi semua luka. Jangan paksakan diri melupakan dan sekuat hati melepaskan jika hatimu masih menginginkannya ada dalam dirimu. Ajarkan perlahan hati dan perasaanmu untuk memahami keadaan dan memberi pemahaman pada diri sendiri bahwa semua kejadian selalu mendatangkan banyak hikmah dan kebijaksanaan.

Continue reading