Aku Terjaga

Ada saat-saat ketika aku takut berharap, aku pikir itu wajar dan sempurna bagi penyintas kanker. Menjalani hidup sebaik mungkin tanpa merasa cemas dan takut akan bayang-bayang kanker kembali jelas tidak mudah. Aku tetap bersibuk ria, bersuka cita di satu waktu dan kadangkala terpuruk di waktu lainnya.

Aku penyintas kanker usus besar, hidup adalah anugerah. Meski kadang limbung ketika cubitan-cubitan kecil menghampiriku. Tapi aku bersyukur, Tuhan memiliki cara yang indah sebagai bentuk kasih sayangNYA padaku. DIA ingin aku selalu terjaga, andai pun aku lengah DIA selalu mengingatkanku dengan caranya yang terbaik.

Bersama waktu yang terus berlalu aku seringkali berlari, waktu terlampau cepat melaju tapi kadangkala aku masih tertingal jauh dibelakang. Langkahku seringkali kalah cepat dari mereka yang bergegas lekas. Mengejar mimpi, dan meraih harapan. Tapi menikmati perjalanan adalah apa yang aku inginkan dari pada bergegas dan kehilangan makna dari setiap saat yang tercipta.

Menyadari segala kekurangan diri membuatku mengerti bahwa kesederhanaan dan tidak sempurna itu indah. Apa jadinya jika kehidupan berjalan dalam kesempurnaan, alangkah membosankan

Advertisements

One thought on “Aku Terjaga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s